Château de Versailles

dalam keadaan cuaca yang dingin. di tambah lagi dengan hujan yang turun renyai renyai. pengembara tekad meneruskan perjalanannya. kali ini  Château de Versailles menjadi hal tuju.

dengan bekalan doa dan tawakkal. pengembara mengharungi pelbagai dugaan dan ujian untuk ke sana. setelah mengkaji seni dan struktur Istana Versailles, pengembara sempat  berehat di hotel berdekatan (Hotel D Angleterre) selama satu malam.

versailles-palace-picture-3

Château de Versailles, atau Versailles, adalah sebuah château diraja di VersaillesPerancis. dalam Bahasa Melayu, ia sering dirujuk sebagai Istana Versailles. Apabila château itu dibina, Versailles adalah sebuah kawasan perkampungan, tetapi kini ia adalah sebuah pinggir bandar kecil yang berhampiran Paris.  kurang lebih berjarak 18 km arah barat daya Paris. Dari 1682, apabila Maharaja Louis XIV berpindah dari Paris, ia menyebabkan kerabat diraja itu dipaksa untuk pulang ke ibu negara pada 1789. Halaman Versailles adalah pusat kekuasaan Ancien Régime Perancis.

bangunan tersebut memiliki luas sebesar 63 154 meter persegi dan terdiri dari 2 300 ruangan. dari 2 300 ruangan, terdapat 1 000 ruangan yang kini digunakan sebagai museum. hal yang paling tersohor dari bangunan ini adalah ruangan kaca, apartemen raja dan ratu, serta tentunya kamar raja dan ratu

istana ini juga mendapat anugerah 10 istana termegah di dunia.  Taman Versailles ini tak kalah indahnya, dan merupakan salah satu taman yang terbaik di dunia. Taman itu terdiri dari ratusan tanaman beraneka jenis bunga warna-warni, ada air mancur di beberapa bagian jumlahnya hingga puluhan air mancur, kolam, dan patung-patung yang cantik. Area taman itu pun luas sekali. Dilihat dari bagian atas terlihat keindahan yang memukau mata

Kastil yang dibangun pada 1624 oleh Raja Louis XVIII ini awalnya hanya difungsikan sebagai tempat peristirahatan sementara untuk raja beserta rombongan setelah selesai menyalurkan hobi berburunya.

Baru ketika Raja Louis XIV naik tahta, pada tahun 1661 Chateau de Versailles dijadikan tempat kediaman resmi raja Prancis. Pembangunan istana ini memakan waktu 40 tahun, di bawah pimpinan arsitek Le Van (1612-1670). Namun demikian, proses pembangunan istana dan juga perluasan arealnya semakin menjadi-jadi untuk memenuhi permintaan permaisuri Louis XIV, Maria Antoinette yang terkenal sangat borjuis dan menyukai kemewahan. Pembangunan istana yang terkenal akan kemewahannya ini  –yang sebagian besar dibiayai dengan memeras dan melipat gandakan pajak rakyat—akhirnya memicu terjadinya Revolusi Prancis pada 1789 yang merubah wajah politik Prancis dari monarki absolut menjadi republik.

Versailles_thumb1

Hingga saat ini, komplek istana prestisius tersebut mempunyai lebih dari 1300 ruangan. Luas areal kebun dan tamannya yang didesain dan dikerjakan oleh arsitek kenamaan Le Notre mencapai lebih dari 100 hektar.

Dan ketika tahun 1837 istana Versailles dijadikan museum nasional oleh pemerintah setempat, semenjak saat itulah arus kunjungan turis mancanegara seakan tak pernah habis mendatangi tempat ini  Jika Anda tertarik untuk berkunjung, sebaiknya datanglah pada pagi hari (usahakan untuk menghindari hari Minggu, karena tempat ini biasanya sangat padat). Bersiaplah untuk antre di loket penjualan tiket selama minimal 30 menit (dan membayar entrance fee 10 Euro/orang) sebelum Anda bisa menikmati keindahan berbagai ruangan yang ada di dalam bangunan istana tersebut maupun berkeliling halamannya yang luas dan mengagumkan. Demi keamanan, saat ini ruangan yang dibuka untuk kunjungan turis sengaja dibatasi, yang terdiri atas Drawing Room of Plenty, Venus Drawing Room, Diana Drawing Room, Mars Drawing Room, Mercury Drawing Room, Apollo Drawing Room, War Drawing Room.

Salah satu ruangan terindah yang dibuka untuk kunjungan turis adalah Hall Of Mirrors yang benar-benar tampil mewah dengan hiasan beraneka jenis dan ukuran lampu kristal yang bergantungan di langit-langit ruangan serta berbagai ornamen dan hiasan yang konon dilapisi emas murni. Ruangan ini sekaligus pula menjadi saksi sejarah dengan ditandatanganinya Perjanjian Versailles pada tahun 1919 yang mengakhiri kecamuk Perang Dunia I yang melanda Eropa pada 1914-1919, sekaligus menjadi bibit perseteruan babak baru yang berpuncak pada Perang Dunia II (1940-1945).

images

selepas selesai melawat. pengembara pun pulang semula ke paris (masjid paris) untuk tumpang beradu. wassalam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: